Jumat, 18 Mei 2012

MARISSA (12095634)





Studi Kasus PDAM
1. Pengertian audit IT,
Dari definisi yang ada bisa dibilang sudah cukup. Sisanya bisa dari text book semacam Ron Weber punya. Kalau menurut saya, audit IT itu tergantung pihak yang menerjemahkannya, kalau kantor akuntan publik (EY, PWC, DTT, KPMG) lebih baik ke IT related finance control, kalau konsultan security semacam accenture atau beberapa firm yang lain lebih ke IT security semacam firewall, access control dsb.

2. Peran TI dalam perusahaan sektor publik,
Secara umum peran TI ada 2, yang pertama supporting business process. Mendukung proses bisnis, semacam mengetik, membuat table, membuat sistem pembayaran, sistem informasi penggajian, sistem keuangan dsb. Intinya, jikalau sistem IT-nya tidak jalan proses bisnis masih bisa berjalan lancar. Misalnya kabupaten Sleman listriknya mati, ITnya tidak jalan, pemerintahan mereka masih bisa jalan tuh selama 2 minggu. Itu artinya TI disana perannya baru supporting aja. Yang kedua, core business process. Inti proses businessnya, semacam billing system, core banking system, erp. Intinya, kalau TI-nya tidak berjalan bisnisnya juga tidak berjalan. Bahasa kerennya tolerable errornya 0%.

3. Kekeliruan sistem billing PDAM
Saya melihat PDAM dua hal di PDAM, yang pertama PDAM adalah perusahaan layanan publik (pemerintah, dan yang kedua PDAM adalah service company. Service artinya PDAM hanya menjual layanan saja, yaitu air. Terus terang untuk point yang pertama saya tidak punya pengalaman di publik sektor. Teorinya sektor publik di audit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), kecuali BUMN semacam Pertamina yang punya 5 auditor (BPK, BPKP, KAP, 2 lagi lupa) ataupun Telkom.
Namun yang kedua, mengenai service company saya pernah menjumpai kasus di perusahaan listrik swasta. Di PLNS (PLN Swasta tersebut) memang dimungkinkan terjadi kesalahan perhitungan walaupun sangat jarang terjadi. Teorinya untuk menghindari kesalahan sistem tersebut ada 2 kontrol yang harus dijalankan.

1. Manual control
Kesalahan pada kasus yang anda sampaikan itu terkait dengan manual controlnya, apakah meterannya rusak, petugasnya ngaco saat memeriksa, ataupun kesalahan pencatatan lainnya. Controlnya, perlu ada verifikasi dari orang yang berbeda saat pengecekan meter. Manual control tidak termasuk concern orang IT audit

2. IT (Automated) Control
Inilah mungkin yang lebih tepat anda tanyakan, mungkinkah kesalahan billing tadi disebabkan oleh automated control dari system billingnya. Jika dikaitkan dengan tugas yang kami buat, mungkin perlu fieldwork lihat perhitungannya bagaimana

SARAN
1.Agar PDAM meningkatkan lagi pelayanan nya kepada masyarakat. jangan hanya menjual saja tetapi tingkat pelayanan harus semakin di tambah atau di tingkatkan.
2. Menambah beberapa pekerja yang ahli dalam bidang pelayanan PDAM kepada masyarakat
3. Para konsumen atau pelanggan yang merasa di rugikan oleh pihak PDAM harus berani memberikan komplain atau masalah pada pihak PDAM

KESIMPULAN
Dari kasus yang di lihat kesimpulan ini harus di tingkatkan lagi pelayanan PDAM kepada masyarakat dan mengganti beberapa alat-alat canggih untuk mengecilkan masalah pada PDAM.


Sumber : http://priandoyo.wordpress.com/2007/02/20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar